Geotextile Non Woven adalah jenis material geosintetik yang berbentuk seperti lembaran kain atau karpet, dan terbuat dari serat sintetis. Geotextile non woven dibuat dengan cara menggabungkan serat-seratnya menggunakan metode seperti needle punch, thermal bonding, atau metode lainnya sesuai dengan proses produksinya, berbeda dengan geotextile woven yang dibuat dengan cara anyaman. Bahan ini sering dipakai dalam pekerjaan bangunan, pembangunan, infrastruktur, saluran air, dan pengelolaan lahan karena bisa melakukan beberapa tugas dalam satu lapisan. Salah satu opsi yang tersedia adalah Geotextile Non Woven dengan ketebalan 250 gsm dan ukuran 4 meter lebar serta 100 meter panjang per gulung. Gramasi 250 gsm artinya berat bahan sekitar 250 gram di setiap satu meter persegi.Satu gulung bahan dengan ukuran 4 meter kali 100 meter memiliki luas sekitar 400 meter persegi. Dalam bidang konstruksi, salah satu tugas utama geotextile berbahan tidak tissued adalah berfungsi sebagai lapisan pemisah. Material diletakkan di antara dua jenis lapisan tanah atau agregat agar membantu mencegah adonan material bercampur, sehingga struktur lapisan konstruksi tetap terjaga. Geotextile non woven sering digunakan sebagai bahan penyaring. Struktur bahan ini memungkinkan air mengalir melalui lapisan geotextile, sekaligus membantu menahan partikel tanah tertentu, sehingga sering digunakan pada sistem pengaliran air, saluran drainase, saluran air, serta berbagai pekerjaan lain yang memerlukan fungsi penyaringan. Dalam pekerjaan jalan, akses proyek, dan area parkir, geotextile bisa dipakai sebagai bagian dari sistem pemisah dan penstabilan lapisan tanah. Pemilihan ketebalan dan detail teknis harus disesuaikan dengan kondisi tanah, beban yang ada, struktur permukaan jalan, serta rencana pembangunan proyek. Bahan ini juga bisa digunakan sebagai lapisan pelindung geomembrane, khususnya untuk membantu mengurangi kemungkinan kerusakan karena kontak langsung dengan permukaan tanah, batu, atau bahan-bahan lainnya. Spesifikasi geotextile pada aplikasi tersebut harus sesuai dengan kebutuhan desain serta kondisi lapangan yang ada. Selain itu, Geotextile Non Woven juga bisa digunakan untuk proyek pengendalian erosi, dinding penahan tanah, tempat pembuangan sampah, kolam, embung, serta berbagai pekerjaan geoteknik lainnya. Fungsi yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung proyeknya, mulai dari pemisahan, penyaringan, pengaliran air sampai perlindungan. Saat memasang, permukaan dasar harus dipersiapkan dengan rapi dan bahan-bahan diuraikan sesuai dengan arah serta area yang telah ditentukan. Metode seperti overlap, penyambungan, penimbunan, dan pemasangan berikutnya harus sesuai dengan spesifikasi teknis proyek agar geotextile bisa bekerja sesuai fungsi yang telah direncanakan.