DINAMO AMPERE ALTERNATOR MITSUBISHI TRITON 2.8C 2800CC L200 1800A062 A005TG0379 A005TG0379ZT A5TG0379 A5TG0379ZT 90A 12V
Rp 1.050.000
/ Unit1 Unit
Pembelian Minimum- Stok 9
- Negara AsalIndonesia
- Dikirim DariSawah Besar, Jakarta Pusat
- Kategori
- Update Terakhir18 Okt 2026
Spesifikasi DINAMO AMPERE ALTERNATOR MITSUBISHI TRITON 2.8C 2800CC L200 1800A062 A005TG0379 A005TG0379ZT A5TG0379 A5TG0379ZT 90A 12V
Cari berbagai macam dari pilihan terlengkap Alternator.Brand : ACT
Dinamo ampere alternator Mitsubishi Triton 2.8C 2800CC L200 90A 12V merupakan komponen sistem kelistrikan yang berfungsi menghasilkan energi listrik saat mesin beroperasi. Alternator ini membantu mengisi baterai dan menyuplai daya listrik untuk mendukung kinerja lampu, panel instrumen, serta berbagai komponen kelistrikan kendaraan.
Fungsi Utama
Menghasilkan energi listrik saat mesin hidup.
Mengisi dan menjaga daya baterai 12V.
Menyuplai listrik ke sistem penerangan dan komponen kelistrikan kendaraan.
Membantu menjaga kestabilan sistem kelistrikan selama kendaraan beroperasi.
Spesifikasi Teknis
Merek: Mitsubishi
Aplikasi: Triton 2.8C 2800CC / L200
Jenis Produk: Dinamo Ampere Alternator
Nomor Referensi: 1800A062, A005TG0379, A005TG0379ZT, A5TG0379, A5TG0379ZT
Kapasitas Arus: 90 Ampere
Tegangan: 12 Volt
Keunggulan Produk
Mendukung sistem pengisian baterai 12V.
Kapasitas 90A membantu memenuhi kebutuhan daya listrik kendaraan.
Memiliki beberapa nomor referensi untuk memudahkan pencocokan suku cadang.
Cocok sebagai alternatif pengganti apabila spesifikasi dan pemasangannya sesuai dengan kendaraan.
Catatan: Pastikan tahun kendaraan, tipe mesin, nomor komponen, dudukan, dan konektor alternator sesuai dengan unit sebelum melakukan pembelian.
*deskripsi produk tersebut dibuat oleh AI
Minta penawaran sekarang
Menjadi mitra terpercaya dalam penyediaan suku cadang mesin diesel dengan kualitas konsisten, solusi yang andal, dan performa yang teruji untuk jangka panjang.
Memberikan komponen berkualitas dan solusi yang aplikatif untuk menjaga performa mesin, meminimalkan downtime, dan memastikan keandalan operasional dalam jangka panjang.
